Jumat, 25 April 2014

“...Belajar Melepaskan,Memaafkan dan Merelakan...”



Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis; walaupun segala percakapan itu hanya tercipta melalui chatingan di facebook dan pesan singkat – sms. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicaraan manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalui chat facebook dan sms. Setiap hari ada saja topik menarik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling menyentuh, CINTA.
Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kau sudah menganggap aku sebagai wanita spesial meskipun kita tak memiliki status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam, segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta mulai menyeretku kea rah yang mungkin saja tak kuinginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara d isms, kita begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha mempercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang lebih.
Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya....
Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya wanita yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah aku miliki.
Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kau tak mungkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku sangat mempercayaimu, sangat! Dan, itulah kebodohan yang harus kusesali.
Ternyata, ketakutanku terjawab sudah, kamu menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit. Aku terpukul dengan keputusan yang tak kau sampaikan padaku, tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu, mungkin aku hanya persinggahan; bukan tujuan. Kalau kau ingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Allah izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
Aku tak punya hak dan wewenang untuk memintamu kembali. Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.
Januari...

Rencana ALLAH Pasti yang Terbaik



Ketika bangun pagi tentu dengan harapan bahwa hari itu lebih baik dari semalam..
Namun terkadang Allah menguji sesuatu yang membuat kita kecewa seolah-olah harapan itu telah sirna..
Boleh bersedih,, karena memang tabiat kita tak mudah menerima kenyataan,,
Namun, jangan terlalu lama karena hanya akan menyisakan nestapa..
Memang butuh waktu untuk meyakinkan hati bahwa masih ada hari esok untuk menggapai angan..
Hidup memang memerlukan PENGORBANAN.
Hidup membutuhkan PERJUANGAN.
Untuk itu harus dikuatkan dengan KETABAHAN dan ditopang dengan KEYAKINAN.
Dan KEYAKINAN akan menguatkan langkah untuk meraih KEBERHASILAN.
Selagi masih ada nafas hari ini,,
Selagi mentari masih bersinar menerangi bumi,,
Tentu masih ada harapan dan peluang untuk memperbaiki keadaan,,
Jangan sekali-kali sikap putus asa dari rahmat Allah hinggap dalam diri..
Jika kehidupan terkadang membuatmu ingin menangis,,
Ingatlah ada ribuan kenangan indah yang membuatmu tersenyum..
Syukuri dan bersabarlah atas apapun yang tejadi karena rencana Allah pasti terbaik..

Memaafkan Orang yang Telah Menyakiti



Ketika ada seseorang yang dengan sengaja mengkhianati kita di masa lalu..
Ketika dia datang kembali untuk meminta maaf..
Maka tak ada alasan bagi kita untuk tidak memaafkannya..
Akan tetapi,,
Dengan apa yang telah kita alami..
Sudah cukup alasan bagi kita untuk tidak mempercayainya kembali..
Berhentilah memikirkan orang-orang yang telah mengecewakan kita..
Berhentilah berharap kepada orang-orang yang telah dengan sengaja menyakiti kita..
Karena itu hanya akan membuat banyak waktu kita terbuang percuma..
Percayalah..
Allah pasti punya alasan kenapa dia tidak berada berasama kita di masa sekarang..
Allah pasti punya rencana kenapa dia tidak berada bersama kita di masa depan..
Akan ada waktunya kapan Allah akan memberi pengganti untuk kita..
Seseorang yang lebih baik dibandingkan dia yang telah hilang dari genggaman kita..
Dan itulah sebenar-benarnya Karunia Nikmat-Nya yang terkadang banyak dari kita tidak menyadarinya..

“Aku Hanya Ingin Pasangan Sederhana”



Aku hanyalah wanita biasa..
Aku bukanlah wanita berwajah cantik mempesona..
Aku juga bukanlah wanita yang punya segalanya..

Aku hanya ingin pasangan sederhana..
Aku tidak ingin menilai setampan apa rupanya..
Aku tidak ingin menilai sebanyak apa hartanya..
Aku tidak ingin menilai setinggi apa tahtanya..

Pasangan yang suka beramal sholeh..
Pasangan yang mengaharapkan ridha-Nya..
Pasangan yang akan membawa keberkahan-Nya..
Aku berharap kelak pada suatu waktu..
Aku depertemukan dengan pasangan pilihan-Nya..

Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada-Nya..
Seorang lelaki yang mengikuti sunnah Rasul-Nya..
Seorang lelaki yang berpedoman pada kitab-Nya..
Seorang lelaki yang mau menerima kekuranganku..

Yang akan mampu membimbing hidupku..
Yang akan mampu mengisi hari-hariku..
Yang akan menahkodai bahtera rumah tanggaku..
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan ku..

Aku ingi menyayanginya dengan sederhana..
Aku harap dia menyayangiku secara sederhana pula..
Sesederhana aku dalam mencintainya..
Biarlah saat ini aku menyemai cinta bersama-Nya..
Menyemai kerinduan akan wajah-Nya..
Sebelum aku dipertemukan dengannya..

Kelak akan kubangun istana indah..
Kan kupagari ketulusan cinta dan kasih sayang..
Kan kujadikan pondokku sebagai surga bagi suami dan anakku..

Hanya satu cita-citaku, yaitu ingin menjadi seorang isteri sholehah..
Aamiin Ya Rabbal’alaamiin..

“JODOH TERBAIK PASTI ADA”



Seseorang hadir di hidupmu, karena sebuah alasan,,
Dia datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan..
Kadang ada yang hanya datang menyapa saja,,
Tetapi ada pula yang sudah jauh melangkah..
Mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang terkadang perih..
Namun, percayalah..
Akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa hidupmu..
Allah SWT sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah, sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat agar kamu bisa mensyukuri karunia-Nya dan bisa belajar dengan semua kesalahanmu..
Jangan pernah menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi indahnya hidup..
Tapi, jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu..
Yakinlah Allah SWT telah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu..
InsyaAllah..